Mengatur Setelan Waktu Server dengan NTP Server

Setelan waktu sebuah server sangat penting untuk operasional aplikasi-aplikasi komputer yang sangat mengandalkan waktu ini. Sebagai contoh, aplikasi absensi, aplikasi transaksi, layanan email, dan sebagainya.

Di dalam hardware komputer, terdapat sebuah chip yang menyala terus menerus untuk menyimpan setelan waktu ini. Chip ini menghitung terus detak waktu dan menyimpannya. Oleh karena itu pada setiap motherboard selalu ada battery kecil, yang cukup untuk menjalankan fungsi chip tersebut. Bila battery habis, maka setelan yang disimpan dalam chip tersebut akan hilang setiap kali power supply diputus/dimatikan.

Selain diupdate secara manual dari program BIOS sebelum sistem operasi berjalan, dalam sistem operasi GNU/Linux proses menyetel waktu juga bisa dilakukan setelah sistem operasi digelar dalam Randong Access Memory (RAM).

Ada beberapa software untuk mengupdate waktu komputer berdasarkan server waktu, diantarnya adalah:

  • rdate
  • ntpdate
  • ntpdate-debian

Untuk mengeset waktu bisa dilakukan dengan perintah seperti ini:

mail:~# rdate 0.debian.pool.ntp.org
Tue 12 Aug 2008 03:21:05 AM WIT

atau

mail:~# ntpdate-debian
12 Aug 03:23:58 ntpdate[18746]: adjust time server 202.152.241.82 
offset 0.255059 sec

Agar perintah ini dijalankan sekali sehari bisa dimasukkan dalam cron job administrator sistem. Jalankan perintah untuk mengedit cron job.

mail:~# crontab -e

Kemudian tambahkan baris berikut:

0 0 * * * /usr/sbin/ntpdate-debian

Artinya setiap menit ke-0 pada jam ke-0 akan dijalankan perintah 'ntpdate-debian' yang terletak di direktori '/usr/sbin/'.

Update:

Ternyata cara seperti di atas akan menimbulkan masalah bagi piranti lunak dovecot. dovecot akan menghentikan diri sendiri jika mendeteksi ada perbedaan waktu yang cukup besar. Atau dengan kata lain jika ada "lompatan waktu server", maka dovecot akan berhenti.

Alternatifnya adalah menjalankan program ntpd. Program ini akan berjalan sebagai service. Cara kerjanya adalah dengan mempercepat dan memperlambat waktu sistem agar sinkron dengan server waktu yang telah ditunjuk.

# apt-get install openntpd
# /etc/init.d/openntpd start

Referensi saya ambil dari: http://www.debian.org/doc/manuals/system-administrator/ch-sysadmin-time.html

Thats all, Thanks!

posted at: 11:16 | path: /linux | permanent link | Tags , | comment(s): 2

Menjalankan Program Saat Startup

Seringkali kita ingin menjalankan program saat pertama kali desktop GNOME sudah siap.

Tips singkat ini, akan diberikan cara untuk menjalankan program pidgin secara otomatis saat dekstop GNOME

  • Pertama temukan lokasi program pidgin dalam sistem menggunakan perintah which
    salman@neon:~$ which pidgin
    /usr/bin/pidgin
    
    dalam contoh ini pidgin terletak dalam direktori /usr/bin/pidgin.
  • Buka Window Sessions dari urutan menu System|Preferences|Sessions Sessions Preferences
  • Klik tombol Add dan isi informasi yang diperlukan pada window Add Startup Program Add Startup Program
  • Setelah selesai klik tombol OK dan lakukan proses logout dan login ulang.
  • Selesai
posted at: 09:45 | path: /linux | permanent link | Tags , | comment(s): 0

Prosedur Reset Printer Canon Pixma iP3000, iP4000, iP5000

  1. Matikan printer
  2. Tekan dan tahan Resume/Cancel button, kemudian tekan POWER button - lampu indikator akan berwarna HIJAU
  3. Lepas Resume/Cancel button, sambil tetap menahan POWER button
  4. Tekan Resume/Cancel button 2(dua) kali, kemudian lepas POWER buton
  5. Lampu indikator akan berwarna HIJAU
  6. Tekan Resume/Cancel button 4(empat) kali!!!
  7. Matikan printer dengan menekan POWER button
  8. Hidupkan lagi
posted at: 04:49 | path: /hardware | permanent link | Tags , | comment(s): 0

Mengganti Bearing Roda Depan Supra X

Sudah hampir sebulan belakangan kendaraan roda dua saya, sudah tidak nyaman digunakan. Terutama saat mengerem roda depan, roda terasa tertarik ke kanan. Karena posisi rem cakram di sebelah kanan, langsung tersangkat utama adalah ban depan oblag. Alias sudah goyang-goyang! Usut punya usut kejadian seperti ini disebabkan bearing roda depan yang sudah tergerus selama dipakai.

Memang sudah lima tahun lebih, sepeda motor pertama saya ini belum mengalami pergantian bearing (laker - benar gak ya?) roda depan dan belakang. Jadi diputuskan diadakan proyek untuk 'weekend hacker' mengganti bearing ini.

Lantas mengapa sih dikerjain sendiri? bawa saja ke bengkel! Cepat beres! Tidak ada argumentasi berat-berat, cuma sebagai hiburan setelah seminggu kerja pake otak. Sekarang saatnya kerja pake otot dan sedikit otak!

more »

posted at: 02:02 | path: /myride | permanent link | Tags , | comment(s): 0

Memilih-milih Warna untuk Web

Memilih warna untuk sebuah halaman web atau aplikasi berbasis web seharusnya pekerjaan yang mudah. Akan tetapi bagi saya yang tidak punya selera seni, pekerjaan itu justru justru sulit dan memakan waktu. Setelah mencari-cari menggunakan Google, saya temukan sebuah website yang sangat membantu.

Website yang saya temukan adalah http://www.colr.org. Website yang dibuat dengan menggunakan http://webpy.org/ ini bisa kita gunakan untuk mengumpulkan warna-warna yang sudah menjadi pilihan kita. Selain itu kita juga bisa mendapatkan skema warna berdasarkan foto yang bisa kita upload. Disediakan juga skema warna yang dibuat dari foto acak dari situs stok foto, yaitu flickr. Selain itu tema-tema warna juga bisa didapatkan dari website lain yang kita ketahui URL-nya.

posted at: 03:00 | path: /programming | permanent link | Tags , , | comment(s): 0

Singkat dengan subversion - SVN

Setelah sekian lama menggunakan cvs, sudah saatnya beralih ke subversion. Beberapa literatur di internet dan komentar teman-teman developer menyebutkan bahwa fitur paling menonjol dari svn ini transaksinya adalah atomic. Atau gampangnya gak gampang korup kalau ada kegagalan transaksi source code antara server dan klien svn. Informasi lebih lengkap dari svn bisa didapat dari http://subversion.tigris.org/.

Sudah pengantarnya, kalau ada yang mau nambah silahkan. Masuk ke area teknis. Objektif tulisan ini adalah membangun svn server untuk digunakan menyimpan dokumen dan skrip-skrip untuk pekerjaan sehari-hari sekaligus menyimpan setiap peubahan yang terjadi.

Tentu saja harus bisa digunakan melalui jaringan TCP/IP. Akses anonymous diberikan untuk transaksi baca saja, untuk bisa menyimpan harus diauthentifikasi terlebih dahulu dari daftar user.

Dalam tulisan ini, digunakan distribusi Debian GNU/Linux versi stable etch 4.0. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

  • Install software dari repository debian
  • # apt-get install subversion
    
  • Tambahkan group dan user 'svn'
  • # groupadd svn
    # userad -g svn -s /bin/bash -d /home/svn -m svn
    
  • Buat direktori repositori untuk menyimpan data
  • # svnadmin create /home/svn/repository
    
  • Atur setelan server
  • # cd /home/svn/repository/conf/
    # echo "anon-access = none" >> svnserve.conf
    # echo "auth-access = write" >> svnserve.conf
    # echo "password-db = passwd" >> svnserve.conf
    
  • Tambahkan user svn beserta passwordnya
  • # echo "svnuser = svnpass" >> passwd
    
  • Jalankan server dan cek apakah sudah berjalan
  • # sudo svnserve -d -r /home/svn
    # netstat -tapn|grep svn
    tcp6 0 0 :::3690 :::* LISTEN 3035/svnserve
    
  • Siapkan direktori yang akan diimport ke svn server dan import source code tree. Jika ditanya username dan password gunakan username dan password yang sudah dibuat sebelumnya.
  • # svn import ifaceled/ svn://your_host_name/repository/ifaceled \
    -m 'initial import' 
    

Selesai

posted at: 02:59 | path: /linux | permanent link | Tags , , , , , | comment(s): 0

Python Programming 101

Adalah kebiasaan yang baik jika sebelum membaca suatu tulisan kita mengetahui terlebih dahulu apa yang akan kita dapatkan dari tulisan tersebut. Pengantar ini akan memberikan petunjuk kira-kira apa yang akan Anda dapatkan setelah Anda selesai membaca sampai di akhir tulisan.

Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan awal pemrograman dengan bahasa Python. Di sini tidak akan dibahas secara ditel kemampuan-kemampuan yang dipunyai Python. Karena biasanya pembahasan ditel akan membawa kita pada uraian yang panjang lebar dan tidak langsung pada inti permasalahan. Silakan merujuk pada dokumentasi-dokumentasi tentang Python, yang bisa didapatkan dari situs resmi Python di www.python.org jika ingin mendapatkan dokumentasi lengkap.

Beberapa tulisan yang membahas perbandingan Python dengan bahasa pemrograman yang lain juga banyak bertebaran di Internet, silakan mulai dari Google atau Yahoo!

Penjelasan yang mengikuti pendahuluan ini akan memberi pengetahuan pada pembaca bagaimana membuat program —yang terkadang disebut dengan skrip— dalam bahasa pemrograman Python. Pembaca akan mampu membuat program dalam bahasa Python yang sederhana setelah membaca tulisan ini secara lengkap. Mampu di sini berarti mengetahui dan bisa menggunakan sintaks-sintaks dasar yang dipakai dalam Python.

more »

posted at: 11:04 | path: /programming | permanent link | Tags , | comment(s): 0

The Gateway

Mesin ini bernama gateway menggantikan mesin gateway lama yang tiba-tiba tidak bisa hidup lagi.

Spesifikasi mesin ini adalah:

  • Processor, GenuineIntel Pentium MMX model 4 233.891MHz
  • Memory, 314MB
  • Swap Memory, 454MB
  • Harddisk, SAMSUNG SV1021H 10.2GB
  • Optical Drive, generic ATAPI 48X DVD-ROM drive, 198kB Cache, (U)DMA
  • Graphic Adapter, VGA compatible controller: S3 Inc. 86c764/765 [Trio32/64/64V+] (rev 54)
  • Ethernet Card 1, Ethernet controller: VIA Technologies, Inc. VT6105 [Rhine-III] (rev 86)
  • Ethernet Card 2, Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL-8139/8139C/8139C+ (rev 10)
  • Modem, Hardware Modem Card SupraExpress 56i Voice V.90
  • Operating System, GNU/Linux Debian Etch (Linux gateway 2.6.18-6-486 #1 Sun Feb 10 22:06:33 UTC 2008 i586 GNU/Linux)

Fungsi utama mesin ini adalah sebagai gateway untuk jaringan lokal ke Internet dan sekaligus firewall. Koneksi internet menggunakan perangkat lunak pppoe, yang bisa didapatkan dari http://www.roaringpenguin.com/pppoe/. Selain sebagai gateway, juga menjalankan layanan DHCP server dengan software Internet Systems Consortium DHCP Server V3.0.4. DNS cache dengan BIND 9.3.4.

The Gateway

Mesin ini selalu mengingatkan saya ketika pertama kali belajar sistem operasi GNU/Linux. Saat itu distribusi yang saya pakai adalah RedHat 6.2. Dan kebetulan Video Card yang saya dapatkan adalah S3 engineer release yang sangat bermasalah di Linux pada waktu itu. Dengan kerja keras akhirnya dapat juga mengaktifkan X server di mesin ini.

Menggunakan CPU GenuineIntel Pentium MMX dan dijalankan dengan laju 233MHz. Papan utama memiliki 3 buah slot PCI dan 2 buah slot ISA, dan semua slot sudah terpakai.

Sistem operasi diletakkan dalam sebuah harddisk berukuran 10.2GB.

Akses jaringan lewat kabel dilayani dengan dua buah kartu ethernet dengan chipset realtek dan Via Rhine yang gampang didapatkan di pasaran. Didapatkan dengan harga cuma sekitar 15 ribu rupiah saja. Kecepatan transfer data sesuai dengan informasi dari pabrik adalah 100MBps.

Karena mesin ini adalah mesin rakitan, maka cashing yang digunakan pun adalah cashing rakitan yang bisa didapatkan pada masanya. Merk sudah tidak bisa dilacak.

Mesin ini hanya bisa diakses dari jaringan menggunakan layanan SSH. Kabel yang terhubung hanya kabel power dan kabel jaringan yang menuju ke perangkat hub/switch 8 port buatan D-Link.

posted at: 11:03 | path: /hardware | permanent link | Tags , | comment(s): 0

The Gateway - Dead Replaced

Mesin dengan nama gateway ini benar-benar berfungsi sebagai gateway. Menghubungkan jaringan nirkabel (Wireless) dan jaringan kabel. Jaringan nirkabel menyediakan akses ke server-server untuk laptop.

Menggunakan CPU GenuineIntel Pentium MMX yang dipacu dengan kecepatan 166.194MHz.CPU Pentium MMX 166.194MHz Dengan hanya sebuah plat pembuang panas pada chip CPU, mesin ini mampu bertahan menyala terus-menerus selama sekitar sebulan dalam suhu ruangan. Sebelum dimatikan untuk dipasang kartu jaringan nirkabel.

Harddrive Quantum BigFoot 1280ASebuah QUANTUM BIGFOOT1280A, ATA DISK drive menjadi piranti penyimpan utama. Media ini dipotong menjadi dua buah partisi. Sistem operasi dan aplikasi menggunakan partisi dengan ukuran 1016MB, dan sisanya digunakan sebagai partisi swap.

Sistem operasi yang digunakan adalah Debian GNU/Linux Sarge 3.1. Sempat menggunakan Slackware 8.2 agak lama.

Awal dibeli, mesin ini hanya mempunyai memory 16MB. Sekarang sudah ditambah dengan sebuah modul memory 32MB, jadi total 48MB.

ISA CardsSementara koneksi internet masih memakai dial-up. Akses ke internet akan melewati sebuah kartu modem internal hardware SupraExpress 56i Voice V.90. Seingat saya, di dapat dengan harga cuma Rp 5000,- saja di komplek pertokoan Harco Mangga Dua. Meskipun kartu ini masih menggunakan standar bus ISA, tapi sangat bisa diandalkan.

Akses jaringan lewat kabel dilayani dengan sebuah kartu ethernet plug-and-play D-Link DE-220P PnP ISA Card, yang didapat entah dari mana. Kecepatan transfer data sesuai dengan informasi dari pabrik adalah 10MBps. Sudah cukup untuk keperluan sehari-hari. Airplus G DWL-G510 Revision C2Sedangkan akses nirkabel dilayani dengan sebuah PCI Card keluaran D-Link dengan kode produksi Airplus G DWL-G510 Revision C2. Kartu dengan chipset RaLink ini tidak bisa dikenali secara langsung di Debian Sarge, tapi bisa bekerja dengan mengunakan driver yang di dapat dari http://rt2x00.serialmonkey.com.

Semua komponen di atas dibungkus dengan cashing asli dari komputer aslinya, yaitu IBM GL300. Tanpa CDROM drive. Meskipun mesin ini kuno, tapi sudah dilengkapi dengan bus PCI dan koneksi USB versi 1.0. Power supply yang dipakai pun sudah ATX. Cukup hebat menurut saya untuk jenis komputer build-up seusianya.

Mesin gateway ini hanya bisa diakses dari serial port, jadi praktis kabel yang terhubung cuma kabel power dan kabel jaringan yang menuju ke perangkat switch 5 port buatan China.

Mesin Pentium I saya yang lain adalah The Storage. Mesin dengan spesifikasi minimum dan media penyimpanan yang besar.

posted at: 11:02 | path: /hardware | permanent link | Tags , | comment(s): 0

Tentang Situs

Web Site ini menggunakan PyBlosxom, program manajemen konten berbasis Python. Setelah berpindah-pindah software blog yang lebih mudah semacam wordpress, serendipity, dan sejenisnya.

Selain sebagai sarana pembelajaran, situs ini juga memuat sebagian hal yang pernah saya kerjakan dan sempat saya dokumentasikan.

posted at: 11:01 | path: / | permanent link | Tags , | comment(s):

About Me

Profesional teknologi informasi secara kebetulan. Mantan pelajar fisika instrumentasi dan terapan. Bekas programmer dan sekarang lebih sering mengajar dan memelihara beberapa server dengan sistem operasi GNU/Linux.

Sempat belajar materi standar fisika, semisal: termodinamika, mekanika klasik, mekanika kuantum, fisika zat padat, dan fisika inti. Pernah mempelajari Thin Film Transistor. Pernah juga belajar jaringan di CISCO Academy.

Senang membaca, tapi jarang menulis. Menikmati makanan enak dan jalan-jalan. Dekat dengan dunia anak-anak dan pendidikan.

Menyukai tantangan, troubleshooting, skill teknis, dan elektronika.

Mengembangkan materi training GNU/Linux, PHP, database, dan jaringan komputer. Tentu saja juga mengajarkannya. Pernah mengembangkan materi laboratorium instrumentasi elektronika dan bahasa pemrograman PASCAL. Di hari-hari yang telah lewat, membuat desain dan implementasi sistem instrumentasi elektronika dan transduser. Desain dan implementasi jaringan komputer berbasis GNU/Linux dan piranti-piranti CISCO.

beberapa buku panduan GNU/Linux yang bisa didapatkan di toko buku.

Pernah menggunakan pemrograman berbasis web dengan PHP dan Java. MySQL dan PostgreSQL. Juga bahasa pemrograman Python, BASIC, XBase (Clipper, FoxBase, DBase), PASCAL, C/C++, dan tentu saja pemrograman shell.

Minat Saat Ini

Sistem Operasi GNU/Linux, khususnya distribusi Debian dan CentOS

Otomotif, member 405 Community

Membaca buku-buku dan blog yang berkaitan dengan bisnis dan marketing secara umum.

Sedang tertarik dengan Sun Solaris OS dan mikrokontroler untuk kesenangan. Bekerja ditemani beberapa komputer kelas pentium I dan laptop HP 520 dengan sistem operasi GNU/Linux Debian v5.0 dengan nama sandi Lenny.

Bisa dihubungi dengan email sas—at—salman.or.id.

posted at: 11:00 | path: / | permanent link | Tags , , , , , , , | comment(s):