Resolusi Hostname di GNU/Linux pada jaringan NetBIOS
Resolusi nama host ke alamat IP di jaringan yang melibatkan protokol TCP/IP dan NetBIOS biasanya agak merepotkan. Syukurlah ada perangkat lunak Samba di sistem operasi GNU/Linux. Software ini berhasil menggantikan sebagian fungsi dari sistem operasi Windows Server.
Proses penerjemahan nama ke alamat IP dalam jaringan TCP/IP dilayani oleh DNS. Sedangkan jaringan NetBIOS menggunakan WINS atau memancarkan nama di jaringan yang pada akhirnya akan dikumpulkan oleh "komputer local browser".
Tips ini diterapkan pada sistem operasi GNU/Linux distribusi Debian Etch, dan seharusnya bisa berjalan di versi-versi selanjutnya meski saya belum pernah mencobanya. Komputer berfungsi sebagai file server dan wins server. Semua komputer bersistem operasi Windows disetel supaya menggunakan komputer ini sebagai WINS-nya.
Langkah pertama adalah menginstall software winbind, dan menjalankannya.
fileserver:~# apt-get install winbind
fileserver:~# /etc/init.d/winbind start
Kedua edit file nsswitch.conf
fileserver:~# cp /etc/nsswitch.conf /etc/nsswitch.conf.distrib
fileserver:~# vi /etc/nsswitch.conf
Ubah baris-baris berikut
hosts: files dns
menjadi
hosts: files dns wins
Terakhir uji proses resolusi nama. Misalkan diketahui sebuah nama komputer dengan sistem operasi Windows di jaringan menggunakan nama "fera". Maka jalankan perintah,
fileserver:~# getent hosts fera
192.168.0.31 fera
Asyik... komputer anda sekarang sudah bisa menerjemahkan nama komputer berbasis NetBIOS.
E.O.T
Berbagi Malah Untung
Berikut ini adalah komentar saya terhadap artikel yang ditulis Om Nukman di Berbagi Malah Untung. Untuk berjaga-jaga kalau komentar saya tidak di-approve.
Menurut saya kita memang harus berbagi. Nah untuk bisa berbagi tentu saja kita harus punya sesuatu yang harus dibagi.
Resepnya bukan kita punya 100% dibagi 70% dan kita simpan yang 30%. Tapi kita punya 100% kita bagi 100% dan kita cari 100%. Ide ini senada dengan ungkapan yang saya dengar dari DVD seminar yang dibawakan Pak Purdi E Chandra. Bahasa sederhana beliau: "Ketika kita membeli baju, pilihlah yang terbaik. Karena setelah beberapa kali baju itu kita pakai, harus diberikan pada orang lain. Sehingga kondisi baju itu masih bagus saat dipakai orang lain. Tentu saja kita beli baju yang baru lagi, masak telanjang?
Ini sebenarnya analogi dengan fenomena zakat dan infak. Kenapa dua hal itu disebut-sebut menumbuhkan perekonomian alih-alih bunga/riba? Karena dengan semakin banyak, orang ber-zakat dan ber-infak maka daya beli masyarakat akan naik. Akibatnya keuntungan perekonomian secara umum akan naik, termasuk orang/perusahaan yang ber-zakat/infak.
Kalau ditarik ke bidang ilmu pengetahuan, mustahil akan ditemukan sepeda/mobil/pesawat terbang. Kalau orang-orang semacam Isaac Newton, Bernoullii, dst tidak berbagi ilmu yang ditemukannya. Atau bayangkan kalau Alexander Fleming tidak berbagi ilmu tentang Penicilin? Tidak akan ditemukan rentetan penemuan-penemuan obat antibiotik.
Kalau di bidang Om Nukman, mustahil Om Nukman akan dapat banyak order kalau orang tidak sadar akan produk yang Om Nukman hasilkan.
Jadi menurut saya proses berbagi ini adalah proses edukasi calon pelanggan. Tentu saja muaranya nanti adalah datangnya order kepada kita. Ya meskipun tidak seluruh order semua datang pada kita, tetapi juga datang pada pesaing kita langsung. Lagi pula kalau seluruh order datang kepada kita, apakah kita akan mampu mengerjakan semuanya? tidak mungkin tuh! sebesar apapun perusahaan kita/dimana kita kerja.
E.O.S.P
Driver NIC RTL8101E pada CentOS 5
Dalam acara NGOBRAS —Ngoprek Bareng Salman AS— hari ini ada request untuk mengaktifkan kartu jaringan onboard pada motherboard tipe ASUS P5KPL-AM SE. Karena kolega administrator sistem belum sukses mengaktifkannya. Beliau sudah berhasil menginstal sistem operasi lengkap di komputer target.
Standar operasi pertama kami adalah mengevaluasi, apakah sistem operasi sudah mengenali piranti yang dimaksud. Tentu saja menggunakan tools lspci.
[root@ktpdc ~]# lspci
----8><----
01:00.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co.,
Ltd. RTL8101E PCI Express Fast Ethernet controller (rev 02)
03:00.0 Ethernet controller: 3Com Corporation 3c905C-TX/TX-M [Tornado] (rev 74)
Terlihat pada informasi diatas bahwa kartu jaringan sudah terdeteksi dua buah, yang pertama adalah RTL8101E dan kedua 3c905C-TX/TX-M. Yang terakhir ini secara fisik adalah kartu ethernet yang di pasang pada slot PCI. Jadi NIC onboard adalah tipe RTL8101E.
Setelah mencari-cari driver di direktori /lib/modules/2.6.18-53.el5/kernel/drivers/net/ tidak ditemukan driver yang cocok. Dicari-cari pada CD-ROM yang disertakan saat beli motherboard juga tidak ditemukan driver yang diperlukan. Akhirnya setelah melakukan pencarian dengan search engine, ditemukan driver berikut r8101-1.006.00r1.zip.
Setelah didownload, diuraikan paketnya, dan dibaca-baca dokumentasinya. Berikut ini langkah praktis untuk mengaktifkannya.
- Download driver di situs realtek atau disini untuk alternatifnya.
-
Instal software-software yang diperlukan untuk proses kompilasi driver
[root@ktpdc ~]# yum --disablerepo=\* --enablerepo=c5-media \ install kernel-devel.i686 [root@ktpdc ~]# yum --disablerepo=\* --enablerepo=c5-media \ install gcc
-
Uraikan paket yang sudah didownload.
[root@ktpdc ~]# unzip r8101-1.006.00r1.zip [root@ktpdc ~]# cd r8101-1.006.00
-
Kompilasi module dengan perintah
Jika file module r8101.ko sudah ditemukan seperti ditunjukkan di atas, maka proses kompilasi dan instalasi modul kernel sudah selesai. Saatnya menyetel antar muka jaringan.[root@ktpdc ~]# make install [root@ktpdc ~]# find /lib/modules/2.6.18-53.el5/kernel/ \ drivers/net/ -name r\*|more /lib/modules/2.6.18-53.el5/kernel/drivers/net/r8101.ko /lib/modules/2.6.18-53.el5/kernel/drivers/net/r8169.ko
-
Muat modul kernel untuk kartu jaringan ke memori
[root@ktpdc ~]# depmod -a [root@ktpdc ~]# modprobe r8101
-
Terakhir sesuaikan setelan informasi TCP/IP untuk kartu jaringan dengan perintah seperti ini,
[root@ktpdc ~]# system-config-network
Gambar 1: Menyetel kartu jaringan setelah modul dimuat.
E.O.T
Kompilasi Ulang Kernel di GNU/Linux Debian
Apakah anda pernah bertemu masalah dalam jaringan komputer berbasis GNU/Linux yang hanya dapat diselesaikan dengan melakukan patch kernel? Misalnya, untuk melakukan filtering paket berdasarkan protokol pada lapisan OSI ke-7.
Meskipun tulisan ini ditulis menggunakan distribusi Debian Sarge, namun saya yakin bisa juga diterapkan pada versi setelahnya.
Pertama siapkan lingkungan untuk proses kompilasi. Pastikan daftar repository dari alamat yang benar. Dalam kasus ini beberapa mirror di Indonesia sudah tidak mempunyai arsip untuk Debian Sarge, maka saya menggunakan mirror dari situs resmi Debian.






