RS232/EIA232 - Null-Modem
RS232 adalah standard komunikasi serial antar periperal-periperal. Contoh paling sering kita pakai adalah antara komputer dengan modem, atau komputer dengan komputer.
Standar ini menggunakan beberapa piranti dalam implementasinya. Paling umum yang dipakai adalah plug DB9 atau DB25.
Untuk RS232 dengan DB9, biasanya dipakai untuk serial port pada komputer pribadi. Dipakai untuk port mouse dan modem. Fungsi dari masing-masing pin ditunjukkan pada table 1.
Gambar 1. Fungsi pin-pin DB9 standar RS232.
Untuk melakukan komunikasi antar komputer dengan menggunakan standar RS232, bisa kita gunakan dua cara:
- dua modem yang dipasang pada serial port, atau
- dengan kabel konektor serial null-modem.
AT Command Modem
AT command adalah standard perintah untuk modem. Pada awalnya standar perintah ini untuk modem-modem telpon PSTN, akan tetapi perintah ini sekarang dikembangkan juga untuk modem-modem GSM.
Untuk mengembangkan piranti lunak berbasis modem harus mengerti perintah-perintah ini. Berikut beberapa perintah yang sering dipakai. Contoh perintah-perintah berikut ini dijalankan pada modem WAVECOM yang telah dipasang pada port serial pertama komputer. Software yang digunakan adalah minicom pada sistem operasi GNU/Linux Debian Lenny.
Jalankan perintah minicom dari console atau virtual console semacam gnome-terminal.
monitor:~# minicom
Welcome to minicom 2.2
OPTIONS: I18n
Compiled on Jan 7 2007, 18:00:43.
Port /dev/ttyS0
Press CTRL-A Z for help on special keys
AT S7=45 S0=0 L1 V1 X4 &c1 E1 Q0
OK
Untuk keluar dari minicom tekan tombol Ctrl+A+X.
Untuk mengetahui pembuat piranti modem gunakan perintah AT+CGMI.
AT+CGMI
WAVECOM MODEM
OK
Untuk melihat model produk modem:
AT+CGMM
MULTIBAND 900E 1800
OK
Untuk melihat nomor serial piranti:
AT+CGSN
355211010278012
OK
Untuk melakukan panggilan gunakan perintah ATD, dan untuk menghentikan panggilan gunakan ATH:
ATD08129886435;
OK
ATH
OK
Memeriksa kualitas sinyal modem:
AT+CSQ
+CSQ: 31,0
OK
Mengetahui identitas kartu SIM
AT+CIMI
510108642293545
OK
Menjalankan perintah USSD. Misalnya untuk memeriksa jumlah pulsa dan masa aktif kartu SIM.
AT+CUSD=1,*888#
OK
+CUSD: 2,"Sisa pulsa Rp. 4943.6. Penggunaan pulsa di periode ini Rp. 99.
Akhir periode : 24/07/09.Ktk REG RH krm ke 9122 utk ringtone Rhoma.Cm 1rb",15
Bagaimana perintah untuk menmbaca dan mengirim sms? tunggu lanjutannya. :D
Prosedur Reset Printer Canon Pixma iP3000, iP4000, iP5000
- Matikan printer
- Tekan dan tahan Resume/Cancel button, kemudian tekan POWER button - lampu indikator akan berwarna HIJAU
- Lepas Resume/Cancel button, sambil tetap menahan POWER button
- Tekan Resume/Cancel button 2(dua) kali, kemudian lepas POWER buton
- Lampu indikator akan berwarna HIJAU
- Tekan Resume/Cancel button 4(empat) kali!!!
- Matikan printer dengan menekan POWER button
- Hidupkan lagi
The Gateway
Mesin ini bernama gateway menggantikan mesin gateway lama yang tiba-tiba tidak bisa hidup lagi.
Spesifikasi mesin ini adalah:
- Processor, GenuineIntel Pentium MMX model 4 233.891MHz
- Memory, 314MB
- Swap Memory, 454MB
- Harddisk, SAMSUNG SV1021H 10.2GB
- Optical Drive, generic ATAPI 48X DVD-ROM drive, 198kB Cache, (U)DMA
- Graphic Adapter, VGA compatible controller: S3 Inc. 86c764/765 [Trio32/64/64V+] (rev 54)
- Ethernet Card 1, Ethernet controller: VIA Technologies, Inc. VT6105 [Rhine-III] (rev 86)
- Ethernet Card 2, Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL-8139/8139C/8139C+ (rev 10)
- Modem, Hardware Modem Card SupraExpress 56i Voice V.90
- Operating System, GNU/Linux Debian Etch (Linux gateway 2.6.18-6-486 #1 Sun Feb 10 22:06:33 UTC 2008 i586 GNU/Linux)
Fungsi utama mesin ini adalah sebagai gateway untuk jaringan lokal ke Internet dan sekaligus firewall. Koneksi internet menggunakan perangkat lunak pppoe, yang bisa didapatkan dari http://www.roaringpenguin.com/pppoe/. Selain sebagai gateway, juga menjalankan layanan DHCP server dengan software Internet Systems Consortium DHCP Server V3.0.4. DNS cache dengan BIND 9.3.4.
Mesin ini selalu mengingatkan saya ketika pertama kali belajar sistem operasi GNU/Linux. Saat itu distribusi yang saya pakai adalah RedHat 6.2. Dan kebetulan Video Card yang saya dapatkan adalah S3 engineer release yang sangat bermasalah di Linux pada waktu itu. Dengan kerja keras akhirnya dapat juga mengaktifkan X server di mesin ini.
Menggunakan CPU GenuineIntel Pentium MMX dan dijalankan dengan laju 233MHz. Papan utama memiliki 3 buah slot PCI dan 2 buah slot ISA, dan semua slot sudah terpakai.
Sistem operasi diletakkan dalam sebuah harddisk berukuran 10.2GB.
Akses jaringan lewat kabel dilayani dengan dua buah kartu ethernet dengan chipset realtek dan Via Rhine yang gampang didapatkan di pasaran. Didapatkan dengan harga cuma sekitar 15 ribu rupiah saja. Kecepatan transfer data sesuai dengan informasi dari pabrik adalah 100MBps.
Karena mesin ini adalah mesin rakitan, maka cashing yang digunakan pun adalah cashing rakitan yang bisa didapatkan pada masanya. Merk sudah tidak bisa dilacak.
Mesin ini hanya bisa diakses dari jaringan menggunakan layanan SSH. Kabel yang terhubung hanya kabel power dan kabel jaringan yang menuju ke perangkat hub/switch 8 port buatan D-Link.
The Gateway - Dead Replaced
Mesin dengan nama gateway ini benar-benar berfungsi sebagai gateway. Menghubungkan jaringan nirkabel (Wireless) dan jaringan kabel. Jaringan nirkabel menyediakan akses ke server-server untuk laptop.
Menggunakan CPU GenuineIntel Pentium MMX yang dipacu dengan kecepatan 166.194MHz.
Dengan hanya sebuah plat pembuang panas pada chip CPU, mesin ini mampu bertahan menyala terus-menerus selama sekitar sebulan dalam suhu ruangan. Sebelum dimatikan untuk dipasang kartu jaringan nirkabel.
Sebuah QUANTUM BIGFOOT1280A, ATA DISK drive menjadi piranti penyimpan utama. Media ini dipotong menjadi dua buah partisi. Sistem operasi dan aplikasi menggunakan partisi dengan ukuran 1016MB, dan sisanya digunakan sebagai partisi swap.
Sistem operasi yang digunakan adalah Debian GNU/Linux Sarge 3.1. Sempat menggunakan Slackware 8.2 agak lama.
Awal dibeli, mesin ini hanya mempunyai memory 16MB. Sekarang sudah ditambah dengan sebuah modul memory 32MB, jadi total 48MB.
Sementara koneksi internet masih memakai dial-up. Akses ke internet akan melewati sebuah kartu modem internal hardware SupraExpress 56i Voice V.90. Seingat saya, di dapat dengan harga cuma Rp 5000,- saja di komplek pertokoan Harco Mangga Dua. Meskipun kartu ini masih menggunakan standar bus ISA, tapi sangat bisa diandalkan.
Akses jaringan lewat kabel dilayani dengan sebuah kartu ethernet plug-and-play D-Link DE-220P PnP ISA Card, yang didapat entah dari mana. Kecepatan transfer data sesuai dengan informasi dari pabrik adalah 10MBps. Sudah cukup untuk keperluan sehari-hari.
Sedangkan akses nirkabel dilayani dengan sebuah PCI Card keluaran D-Link dengan kode produksi Airplus G DWL-G510 Revision C2. Kartu dengan chipset RaLink ini tidak bisa dikenali secara langsung di Debian Sarge, tapi bisa bekerja dengan mengunakan driver yang di dapat dari http://rt2x00.serialmonkey.com.
Semua komponen di atas dibungkus dengan cashing asli dari komputer aslinya, yaitu IBM GL300. Tanpa CDROM drive. Meskipun mesin ini kuno, tapi sudah dilengkapi dengan bus PCI dan koneksi USB versi 1.0. Power supply yang dipakai pun sudah ATX. Cukup hebat menurut saya untuk jenis komputer build-up seusianya.
Mesin gateway ini hanya bisa diakses dari serial port, jadi praktis kabel yang terhubung cuma kabel power dan kabel jaringan yang menuju ke perangkat switch 5 port buatan China.
Mesin Pentium I saya yang lain adalah The Storage. Mesin dengan spesifikasi minimum dan media penyimpanan yang besar.






