Memulai Postgresql

Setelah terjadi hiruk pikuk alih tangan MySQL pada saat ingin fokus menggunakan MySQL, membuat saya berpikir untuk kembali fokus dengan database server PostgreSQL. Dengan pertimbangan masa depan yang menurut saya kurang bagus buat MySQL. Ini adalah kejadian yang ketiga setelah saya beralih dari distribusi GNU/Linux RedHat/Fedora ke Mandrake/Mandriva, dan kemudian ke Debian. Dengan alasan yang sama tentunya. Masa depan yang sepertinya gak terlalu bagus.

Beberapa tahun saya telah mengunakan dua database utama yaitu MySQL dan PostgreSQL. Namun tidak pernah membuat dokumentasi masing-masing. Sekarang saat yang tepat untuk segera membuat dokumentasi. Agar mudah mencari apa yang telah saya kerjakan, daripada mencari dalam lautan database mesin pencari di Internet. Selain itu agar bermanfaat pula bagi orang lain.

Fitur-fitur penting dijelaskan di website postgresql. Tapi seingat saya, PosgreSQL mempunyai fitur yang jauh di atas MySQL di awal-awal tahun 2000-an. Untuk kondisi sekarang belum membandingkan, karena MySQL sudah sedemikian maju. Dan saya baru mulai menggunakan PosgreSQL lagi.

more »

posted at: 10:26 | path: /database | permanent link | Tags , , | comment(s): 0

Mengaktifkan Web Server Lighttpd

Deskripsi mengenai Lighttpd yang bisa didapat dari website resminya adalah:
" Security, speed, compliance, and flexibility -- all of these describe lighttpd (pron. lighty) which is rapidly redefining efficiency of a webserver; as it is designed and optimized for high performance environments. With a small memory footprint compared to other web-servers, effective management of the cpu-load, and advanced feature set (FastCGI, SCGI, Auth, Output-Compression, URL-Rewriting and many more) lighttpd is the perfect solution for every server that is suffering load problems. And best of all it's Open Source licensed under the revised BSD license. "

Catatan ini adalah rekaman yang sempat saya buat ketika membuat aplikasi berbasis web dengan menggunakan bahasa skripting python.

more »

posted at: 14:24 | path: /linux | permanent link | Tags , , | comment(s): 0

Instalasi Debian dari USB

Dokumentasi ini dibuat saat saya ingin menginstall distribusi kesayangan Debian GNU/Linux ke sebuah netbook murah, accer aspire one. Saya pikir sekarang sudah saatnya menghindari melakukan proses instalasi menggunakan keping CD/DVD, untuk mengurangi dampak bahaya lingkungan yang diakibatkan oleh sampah CD/DVD--sebuah statement sok tahu yang tidak didukung data yang benar.

Lagi pula menginstal sistem operasi menggunakan media harddisk atau USB flaskdisk lebih cepat dan mempunyai tingkat kesuksesan yang lebih bagus daripada menggunakan CD/DVD.

Asumsi untuk melakukan langkah-langkah ini adalah,

  • Kita bekerja menggunakan sistem operasi GNU/Linux yang sudah berjalan, dalam hal ini saya menggunakan distribusi Debian Lenny.
  • Sudah terinstall paket syslinux dan syslinux-common.
  • Sudah terinstall program fdisk dan rsync.
  • Menggunakan hak akses 'root'.
  • Direktori sumber adalah /tmp/source, dan direktori tujuan adalah /tmp/target.

more »

posted at: 01:15 | path: /debian | permanent link | Tags , | comment(s): 5

Update Pidgin dari Repository Backports

Akhir-akhir ini terdapat masalah koneksi antara messenger klien pidgin versi 2.4 dengan server messenger yahoo. Awal-awal terjadi masalah bisa diatasi dengan mengganti server messenger. Akan tetapi dalam seminggu ini server-server alternatif ternyata juga sudah diupdate oleh yahoo, sehingga pidgin tidak bisa lagi digunakan untuk yahoo messenger

Solusi satu-satunya adalah mengupdate pidgin dengan versi terbaru. Berhubung paket standard distribusi Debian Lenny adalah pidgin versi 2.4, maka perlu dicari server alternatif lain yang menyediakan versi yang lebih baru yaitu versi 2.6.

Berdasarkan informasi dari milis tanya-jawab@linux.or.id yang diposting oleh nugrahadi@gmail.com, paket-paket backport bisa didapatkan dari alamat http://repo.ugm.ac.id/debian-backports.

Ikuti perintah-perintah berikut untuk menginstall pidgin versi 2.6.

neon:~# echo "deb http://repo.ugm.ac.id/debian-backports \
lenny-backports main contrib non-free" >> /etc/apt/sources.list
neon:~# wget http://repo.ugm.ac.id/debian-backports/archive.key
neon:~# apt-key add archive.key
neon:~# apt-get update
neon:~# apt-get -t lenny-backports install pidgin

Selesai. Jalankan pidgin kembali.

E.O.T

posted at: 19:34 | path: /debian | permanent link | Tags , , | comment(s): 0

Updates SSL Self-signed Certificate pada Zimbra

Setelah setahun instalasi Zimbra mail server kita gunakan, sertifikat SSL untuk mengakses halaman-halaman HTTPS dan jalur aman TLS akan kadaluarsa. Berikut tips singkat untuk mengupdate self-signed certificate pada sistem mail server yang menggunakan Zimbra versi 5.0 ke atas yang berjalan pada GNU/Linux Debian Etch 4.0.

Tips ini disarikan dari halaman wiki Administration Console and CLI Certificate Tools. Lebih singkat dan lebih mudah.

mail:~# cd /opt/zimbra/bin/
mail:/opt/zimbra/bin# ./zmcertmgr createca -new
mail:/opt/zimbra/bin# ./zmcertmgr createcrt -new -days 365
mail:/opt/zimbra/bin# ./zmcertmgr deploycrt self
mail:/opt/zimbra/bin# ./zmcertmgr viewdeployedcrt
mail:/opt/zimbra/bin# su - zimbra
zimbra@mail:~$ zmcontrol stop
zimbra@mail:~$ zmcontrol start
zimbra@mail:~$ exit
mail:/opt/zimbra/bin# exit

Selesai

E.O.T

posted at: 21:50 | path: /zimbra | permanent link | Tags , , | comment(s): 3

Kompilasi Ulang Kernel di GNU/Linux Debian

Apakah anda pernah bertemu masalah dalam jaringan komputer berbasis GNU/Linux yang hanya dapat diselesaikan dengan melakukan patch kernel? Misalnya, untuk melakukan filtering paket berdasarkan protokol pada lapisan OSI ke-7.

Meskipun tulisan ini ditulis menggunakan distribusi Debian Sarge, namun saya yakin bisa juga diterapkan pada versi setelahnya.

Pertama siapkan lingkungan untuk proses kompilasi. Pastikan daftar repository dari alamat yang benar. Dalam kasus ini beberapa mirror di Indonesia sudah tidak mempunyai arsip untuk Debian Sarge, maka saya menggunakan mirror dari situs resmi Debian.

more »

posted at: 05:36 | path: /debian | permanent link | Tags , , | comment(s): 2

Mengurai Paket Debian

Berikut tips untuk menguraikan paket debian (.deb).

  • Pertama, download file yang akan diuraikan isinya. Misalkan python-gsmmodem_1.1-11_all.deb
  • Buat direktori untuk menampung struktur direktori file paket debian.
    salman@neon:~$ mkdir python-gsmmodem
    
  • Uraikan paket dengan program dpkg
    salman@neon:~$ dpkg -X python-gsmmodem_1.1-11_all.deb python-gsmmodem/
    ./
    ./etc/
    ./etc/modem/
    ./etc/modem/operators.list
    ./etc/modem/gsmmodem.conf
    ./usr/
    ./usr/share/
    ./usr/share/doc/
    ./usr/share/doc/python-gsmmodem/
    ./usr/share/doc/python-gsmmodem/RELEASE
    ./usr/share/pycentral/
    ./usr/share/pycentral/python-gsmmodem/
    ./usr/share/pycentral/python-gsmmodem/site-packages/
    ./usr/share/pycentral/python-gsmmodem/site-packages/gsmmodem.py
    

Selesai sudah pake Debian di uraikan. Semoga bermanfaat.

E.O.T

posted at: 16:08 | path: /debian | permanent link | Tags , | comment(s): 2

Reset Password Zimbra Logger

Suatu saat mungkin Anda akan mengalami peristiwa yang sama dengan saya. Dan tulisan ini mungkin berguna bagi Anda.

Catatan ini saya buat pasa sistem dengan sistem operasi Debian GNU/Linux 4.0/Etch dan Zimbra Release 5.0.8_GA_2462.DEBIAN4.0 DEBIAN4.0 FOSS edition.

Saat melakukan monitoring rutin secara manual dari beberapa server, dalam kasus ini adalah server email — Zimbra. Ternyata layanan logger tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ini akan nampak pada halaman "Server Status" Zimbra Administration Console.

Meski layanan logger ini tidak vital bagi fungsi MTA seperti Zimbra, dalam artian tanpa layanan ini pun fungsi pendistribusian email akan tetap berjalan secara normal. Sehingga user tidak akan mengalami masalah. Akan tetapi layanan logger ini akan sangat berarti bagi administrator email server untuk mengetahui kinerja mail server selama rentang waktu tertentu.

Setelah melakukan troubleshooting seperlunya, ditemukan bahwa database yang menyimpan informasi logger mengalami masalah. Akan tetapi dalam melakukan troubleshooting ini, saya melakukan kesalahan yang cukup fatal yang bersangkutan dengan sistem logger di Zimbra ini. Saya telah menjalankan perintah "zmloggerinit". Sebenarnya skrip ini digunakan sistem Zimbra saat proses instalasi. Semoga menjadikan pengalaman bagi yang sempat mampir ke sini.

more »

posted at: 03:59 | path: /zimbra | permanent link | Tags , | comment(s): 0

Mengatur Setelan Waktu Server dengan NTP Server

Setelan waktu sebuah server sangat penting untuk operasional aplikasi-aplikasi komputer yang sangat mengandalkan waktu ini. Sebagai contoh, aplikasi absensi, aplikasi transaksi, layanan email, dan sebagainya.

Di dalam hardware komputer, terdapat sebuah chip yang menyala terus menerus untuk menyimpan setelan waktu ini. Chip ini menghitung terus detak waktu dan menyimpannya. Oleh karena itu pada setiap motherboard selalu ada battery kecil, yang cukup untuk menjalankan fungsi chip tersebut. Bila battery habis, maka setelan yang disimpan dalam chip tersebut akan hilang setiap kali power supply diputus/dimatikan.

Selain diupdate secara manual dari program BIOS sebelum sistem operasi berjalan, dalam sistem operasi GNU/Linux proses menyetel waktu juga bisa dilakukan setelah sistem operasi digelar dalam Randong Access Memory (RAM).

Ada beberapa software untuk mengupdate waktu komputer berdasarkan server waktu, diantarnya adalah:

  • rdate
  • ntpdate
  • ntpdate-debian

Untuk mengeset waktu bisa dilakukan dengan perintah seperti ini:

mail:~# rdate 0.debian.pool.ntp.org
Tue 12 Aug 2008 03:21:05 AM WIT

atau

mail:~# ntpdate-debian
12 Aug 03:23:58 ntpdate[18746]: adjust time server 202.152.241.82 
offset 0.255059 sec

Agar perintah ini dijalankan sekali sehari bisa dimasukkan dalam cron job administrator sistem. Jalankan perintah untuk mengedit cron job.

mail:~# crontab -e

Kemudian tambahkan baris berikut:

0 0 * * * /usr/sbin/ntpdate-debian

Artinya setiap menit ke-0 pada jam ke-0 akan dijalankan perintah 'ntpdate-debian' yang terletak di direktori '/usr/sbin/'.

Update:

Ternyata cara seperti di atas akan menimbulkan masalah bagi piranti lunak dovecot. dovecot akan menghentikan diri sendiri jika mendeteksi ada perbedaan waktu yang cukup besar. Atau dengan kata lain jika ada "lompatan waktu server", maka dovecot akan berhenti.

Alternatifnya adalah menjalankan program ntpd. Program ini akan berjalan sebagai service. Cara kerjanya adalah dengan mempercepat dan memperlambat waktu sistem agar sinkron dengan server waktu yang telah ditunjuk.

# apt-get install openntpd
# /etc/init.d/openntpd start

Referensi saya ambil dari: http://www.debian.org/doc/manuals/system-administrator/ch-sysadmin-time.html

Thats all, Thanks!

posted at: 11:16 | path: /linux | permanent link | Tags , | comment(s): 2

Menjalankan Program Saat Startup

Seringkali kita ingin menjalankan program saat pertama kali desktop GNOME sudah siap.

Tips singkat ini, akan diberikan cara untuk menjalankan program pidgin secara otomatis saat dekstop GNOME

  • Pertama temukan lokasi program pidgin dalam sistem menggunakan perintah which
    salman@neon:~$ which pidgin
    /usr/bin/pidgin
    
    dalam contoh ini pidgin terletak dalam direktori /usr/bin/pidgin.
  • Buka Window Sessions dari urutan menu System|Preferences|Sessions Sessions Preferences
  • Klik tombol Add dan isi informasi yang diperlukan pada window Add Startup Program Add Startup Program
  • Setelah selesai klik tombol OK dan lakukan proses logout dan login ulang.
  • Selesai
posted at: 09:45 | path: /linux | permanent link | Tags , | comment(s): 0